Sebagaimana diwartakan oleh media Inverse, pertanyaan mengenai status canon atau tidaknya sebuah rilisan baru selalu menjadi topik hangat di kalangan penggemar waralaba Star Wars. Hal ini kembali mencuat seiring dengan peluncuran game aksi-strategi terbaru berjudul Star Wars Zero Company yang dikembangkan oleh Bit Reactor bersama Electronic Arts.
Berdasarkan laporan media tersebut, game ini mengambil latar waktu pada tahun 19 BBY, yaitu tahun terakhir era Clone Wars. Cerita berfokus pada sekelompok tentara bayaran bernama Zero Company yang dibentuk oleh mantan pejabat Republik, Captain Hawks, guna menyelidiki sekte misterius bernama Infinite Coil.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeLebih lanjut, game ini tampaknya secara resmi berstatus canon karena tidak ada elemen cerita maupun latar waktu yang bertentangan dengan lini masa resmi Clone Wars. Para pemain bahkan dapat menjumpai sejumlah karakter ikonis seperti Anakin Skywalker, Captain Rex, hingga kemunculan Trilla sang Second Sister dari game Jedi: Fallen Order.
Selain menghadirkan pertarungan taktis ala game strategi, alur cerita game ini juga mengeksplorasi transisi kelam galaksi menuju era Galactic Empire. Salah satu karakternya, Trick, merupakan mantan klon yang harus menghadapi situasi sulit ketika Perintah 66 atau Order 66 mulai diberlakukan.
Mengutip ulasan dari laporan tersebut, pemilihan latar waktu di penghujung Clone Wars memberikan sudut pandang segar bagi para penggemar untuk menikmati konflik besar di galaksi Star Wars melalui lensa karakter-karakter baru yang belum pernah disorot sebelumnya.