Sebagaimana diwartakan oleh media InfoWorld, Broadcom melalui divisi VMware menegaskan bahwa penerapan agen kecerdasan buatan di tingkat perusahaan memerlukan dua syarat utama, yakni data yang benar-benar tepercaya serta batasan sistem yang tidak boleh dilanggar. Langkah ini dinilai krusial agar perusahaan dapat menghindari risiko kebocoran data maupun lonjakan biaya operasional.
Dalam ajang VMware Explore, Broadcom memperkenalkan pembaruan pada VMware Tanzu Platform yang menghadirkan fondasi data siap pakai untuk kecerdasan buatan. Menurut penjelasan Purnima Padmanabhan selaku GM Tanzu Division Broadcom, platform ini dirancang untuk menghubungkan data perusahaan secara aman tanpa harus memindahkannya keluar dari lingkungan privat cloud.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeBerdasarkan laporan tersebut, platform ini dilengkapi dengan sistem keamanan berbasis sandboxing dengan metode tolak-secara-default atau deny-by-default. "Agen tidak dapat terhubung ke entitas apa pun kecuali jika diberikan izin secara eksklusif," ujar Padmanabhan, guna memastikan tidak ada pergerakan akses lateral yang tidak diinginkan.
Sementara itu, analis riset IDC Adam Reeves menilai bahwa pendekatan arsitektur yang diusung Broadcom ini menjadi solusi tepat untuk menjembatani kebutuhan perusahaan. Perusahaan kini tidak perlu lagi melakukan migrasi arsitektur data besar-besaran hanya demi mengintegrasikan agen cerdas ke dalam alur kerja harian mereka.
Melalui sistem pengelolaan yang terpusat dan standar keamanan tinggi, inovasi ini diharapkan mampu membantu berbagai sektor industri, mulai dari kesehatan hingga keuangan, dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara aman dan mandiri di balik firewall perusahaan.