Loading
GamePlay News GamePlay News
Menu
/home / berita / Mengenal Sejarah Terasering, Teknik...
BERITA

Mengenal Sejarah Terasering, Teknik Pertanian Lereng Kuno

By GamePlay News Editorial Team • 2 min read • 25 Agustus 2026
Ilustrasi ladang terasering di lereng pegunungan

Ilustrasi ladang terasering di lereng pegunungan

Terasering dalam bidang pertanian merujuk pada permukaan datar yang dipotong pada lereng bukit atau gunung guna menyediakan area budidaya tanaman secara lebih efektif. Metode lanskap ini membentuk pola menyerupai anak tangga yang terbukti efektif dalam mengurangi erosi tanah serta aliran air permukaan.

Penerapan terasering tersebar luas di berbagai wilayah Asia, Mediterania, Afrika, hingga Amerika Selatan untuk mendukung pertanian padi, gandum, maupun buah-buahan. Di Filipina, situs terasering bahkan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai sejarah serta teknik pengelolaannya yang luar biasa.

Sejarah penggunaan terasering telah tercatat sejak ribuan tahun lalu, seperti di Dataran Tinggi Yaman yang dibangun pada awal Zaman Perunggu milenium ketiga SM. Selain itu, peradaban kuno di Andes seperti budaya Wari juga memanfaatkan sistem andenes untuk memaksimalkan lahan pertanian dangkal.

Seiring perkembangan zaman, pengelolaan lahan miring ini mengalami modernisasi melalui penggunaan alat mekanisasi berskala kecil. Traktor roda dua berukuran mini kini banyak dimanfaatkan petani di wilayah pegunungan untuk mengolah tanah secara lebih efisien dan produktif.

Perkembangan dan Variasi Terasering di Berbagai Belahan Dunia

Berbagai wilayah di dunia memiliki karakteristik terasering yang unik sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan budidaya tanamannya. Di Kepulauan Kanari, sistem terasering dikenal sebagai cadenas yang dibangun menggunakan dinding batu kokoh lengkap dengan saluran air.

Sementara itu, kawasan pegunungan di Israel dan Mediterania juga dipenuhi struktur terasering kuno yang kerap ditemukan berdampingan dengan fasilitas pertanian bersejarah lainnya. Para ahli arkeologi terus meneliti usia struktur tersebut yang diperkirakan berasal dari periode Zaman Besi hingga era Romawi.

Di Asia, khususnya Myanmar dan Jepang, sistem ladang bertingkat tidak hanya berfungsi sebagai pusat ketahanan pangan lokal tetapi juga menjadi daya tarik wisata tersendiri. Para relawan dan petani setempat bahu-membahu melestarikan warisan leluhur tersebut agar tidak punah dimakan zaman.

Transformasi teknologi modern turut membantu para petani pegunungan mengatasi tantangan topografi yang curam. Inovasi alat-alat pertanian ringan memungkinkan peningkatan hasil panen tanpa merusak struktur tanah dan stabilitas lereng yang telah dibangun sejak ratusan tahun lalu.

Topics
terasering pertanian erosi irigasi sejarah pegunungan teknologi pertanian unesco
Editorial Team - Gaming & Sports

The GamePlay News Editorial Team is a dedicated group of gaming enthusiasts, sports analysts, and content creators passionate about delivering the latest news in gaming and sports. From breaking game releases to live sports coverage, from esports tournaments to athlete profiles, we're here to keep you informed and entertained.