Dunia penerbangan antariksa mencatat sejumlah catatan kelam terkait kecelakaan dan insiden yang merenggut nyawa manusia sepanjang sejarah penjelajahan ke luar Bumi. Berdasarkan data terbaru hingga April 2026, sebanyak 19 orang dilaporkan tewas dalam misi penerbangan luar angkasa yang melintasi atau berniat melintasi batas luar angkasa berdasarkan standar Amerika Serikat setinggi 50 mil atau 80 kilometer di atas permukaan laut.
Secara keseluruhan, angka kematian akibat kecelakaan yang berkaitan dengan aktivitas luar angkasa bahkan telah menelan lebih dari 188 korban jiwa, termasuk mereka yang gugur dalam tahap latihan maupun persiapan peluncuran. Dari total 791 orang yang tercatat pernah terbang ke ruang angkasa, 19 di antaranya meninggal dalam insiden terkait, yang menempatkan tingkat rasio kefatalan statistik di angka 2,4 persen.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeInsiden paling mematikan terjadi dalam lima misi penerbangan di mana pesawat mengalami kegagalan fatal yang menewaskan seluruh kru di dalamnya, meliputi 15 astronot dan 4 kosmonot. Dua di antaranya bahkan telah mencapai batas internasional pengakuan ruang angkasa di ketinggian 100 kilometer di atas permukaan laut sebelum bencana tersebut terjadi pada misi mereka.
Di tengah berbagai tragedi yang merenggut nyawa, catatan sejarah juga mengukuhkan kisah ketahanan manusia yang luar biasa, seperti yang dialami oleh astronot Peter Siebold. Siebold tercatat sebagai satu-satunya manusia di dunia yang berhasil selamat dari insiden kehancuran pesawat ruang angkasa di udara saat uji terbang kendaraan suborbital pada 31 Oktober 2014 silam.
Penghormatan Pahlawan Antariksa Dunia
Meskipun jatuh dari ketinggian 15 kilometer hanya mengenakan pakaian penerbangan tipis dan menderita luka parah di berbagai bagian tubuhnya setelah keluar dari kursi lontar, Siebold berhasil melakukan pemulihan total. Kisah selamatnya ini menjadi salah satu anomali paling heroik di tengah ketatnya risiko tinggi dalam industri penjelajahan antariksa modern.
Pemerintah berbagai negara dan lembaga antariksa dunia senantiasa memberikan penghormatan abadi kepada para pahlawan yang gugur dalam menjalankan tugas penjelajahan kosmik tersebut. Para astronot NASA yang meninggal dunia dalam tugas diabadikan melalui monumen Space Mirror Memorial yang terletak di kompleks pengunjung Kennedy Space Center, Florida.
Sementara itu, para kosmonot andalan dari Uni Soviet yang gugur dalam tugas umumnya mendapatkan penghormatan negara melalui prosesi pemakaman kehormatan di nekropolis Tembok Kremlin, Moskow. Hingga saat ini, tercatat tidak ada lagi kosmonot asal Soviet maupun Rusia yang meninggal dunia akibat kecelakaan dalam penerbangan antariksa sejak tahun 1971 silam.
Monumen peringatan khusus juga didirikan di berbagai titik lokasi pendaratan darurat atau jatuhnya kapsul misi bersejarah, seperti monumen peringatan Soyuz 11 di wilayah terpencil Kazakhstan. Monumen berbentuk kolom logam tiga sisi tersebut berdiri tegak untuk mengenang jasa para kru yang mengorbankan nyawa demi kemajuan sains umat manusia di luar angkasa.