Dunia industri video game kembali diguncang oleh tren kenaikan harga perangkat keras yang kian mengkhawatirkan bagi para pencinta konsol. Berdasarkan laporan media teknologi CNET, Microsoft dikabarkan akan membanderol konsol edisi khusus transparan berwarna hijau untuk merayakan hari jadi ke-25 lini Xbox dengan harga yang sangat fantastis, yakni menembus angka USD 900 atau sekitar Rp 14 jutaan.
Bocoran harga mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh situs asal Prancis, Dealabs, yang dikenal memiliki rekam jejak akurat terkait informasi orang dalam industri gim. Mengutip laporan media tersebut, konsol edisi spesial yang mengusung desain klasik era Xbox perdana ini dijadwalkan meluncur pada 27 November mendatang, bertepatan dengan momen belanja akhir pekan Black Friday.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeMenurut ulasan Managing Editor CNET David Lumb yang sempat melihat langsung perangkat tersebut, harga USD 900 tersebut merupakan lonjakan drastis dari harga peluncuran awal Xbox Series X yang tadinya hanya USD 500. "Presuming the special 25th anniversary edition is otherwise identical to a stock Xbox Series X console, the rumored price is $100 extra for green plastic on top of the current $800 price after hikes," ungkap David Lumb sebagaimana diwartakan dalam laporan tersebut.
Sebagaimana diberitakan oleh media terkait, lonjakan harga ini bukan hanya terjadi pada lini produk Microsoft saja, melainkan menjadi cerminan kelam industri game global akibat krisis komponen RAM, lonjakan biaya logistik, serta tarif impor. Sejumlah raksasa teknologi lain seperti Sony dan Nintendo juga terpaksa menaikkan harga jual lini konsol andalan mereka secara global sepanjang tahun 2025 hingga 2026 ini.
Bagi para pencinta game, situasi finansial ini membuat hobi bermain konsol terasa semakin eksklusif dan menguras kantong dalam-dalam. Dengan harga perangkat keras yang terus meroket tajam tanpa tanda-tanda penurunan, para gamer kini dihadapkan pada pilihan sulit antara merogoh kocek lebih dalam demi teknologi baru atau memilih bertahan menggunakan perangkat lawas.