Sebuah perusahaan penyedia pendamping kecerdasan buatan, Joi AI, belum lama ini mengadakan eksperimen unik dengan merekrut sejumlah orang sebagai konsultan masturbasi. Berdasarkan laporan media teknologi, sebanyak sepuluh peserta dipilih dari lebih dari 150.000 pendaftar untuk menjalani riset harian selama sebulan penuh.
Salah satu peserta yang terpilih adalah Keshav, seorang trader berusia 38 tahun asal Indonesia yang memilih menggunakan nama samaran. Mengutip laporan WIRED, Keshav diwajibkan melakukan masturbasi setiap hari kecuali hari Minggu, dengan memanfaatkan companion digital berformat video interaktif dua kali sepekan.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeSelama eksperimen berlangsung, para peserta diminta mencatat perubahan suasana hati, tingkat energi, hingga intensitas keinginan buruk seperti merokok atau doomscrolling. Pihak Joi AI mengklaim bahwa aktivitas ini dirancang sebagai bentuk ritual kesehatan digital guna mengatasi kesepian pada pria.
Meskipun hasil awal dari laporan internal perusahaan menunjukkan adanya penurunan tingkat stres serta peningkatan fokus pada peserta, para ilmuwan melontarkan kritik tajam. Neurosaintis spesialis seksualitas manusia, Nicole Prause, menyatakan bahwa klaim tersebut terlalu berlebihan karena metode penelitian yang digunakan sangat rentan terhadap bias subjektif.
Kendati demikian, para peserta mengaku mendapatkan pengalaman tersendiri dari program riset tersebut. Sebagaimana diwartakan, Keshav merasa menjadi lebih tenang dan terbantu secara mental, sementara para peneliti independen tetap mengingatkan potensi risiko ketergantungan emosional pada karakter AI di masa mendatang.