Loading
GamePlay News GamePlay News
Menu
/home / teknologi / Ahli Spesialis Mulai Ditinggalkan,...
TEKNOLOGI

Ahli Spesialis Mulai Ditinggalkan, Pekerja Serba Bisa Jadi Rebutan di Era AI

By GamePlay News Editorial Team • 2 min read • 22 Agustus 2026
Pekerja profesional harus adaptif dan versatil menghadapi era AI agent di dunia kerja modern

Pekerja profesional harus adaptif dan versatil menghadapi era AI agent di dunia kerja modern

Berdasarkan laporan ZDNET, perkembangan pesat agen kecerdasan buatan atau AI agent di lingkungan kerja modern mulai mengubah standar kompetensi profesional secara drastis. Berbagai aktivitas yang sebelumnya dikerjakan secara manual oleh tenaga ahli kini bergeser ke sistem otonom, memicu perdebatan mengenai peran krusial apa yang harus diisi oleh manusia di masa depan.

Meskipun ada konsensus bahwa teknologi ini berdampak besar pada operasional bisnis, para pemimpin industri sepakat bahwa masa depan kerja menuntut keseimbangan antara keahlian manusia dan kemampuan AI. Sebagaimana diwartakan oleh Workday, pemanfaatan AI agent memperkuat potensi pekerja untuk berfungsi layaknya polymath atau individu yang menguasai berbagai bidang.

Konsep polymath merujuk pada era di mana permintaan tenaga kerja bergeser dari spesialis yang hanya memahami satu domain tunggal menuju profesional dengan wawasan lintas disiplin ilmu. Kathy Pham selaku Vice President of AI di Workday mengungkapkan bahwa pekerja yang mampu berkolaborasi dengan AI di berbagai area sekaligus akan menjadi kunci utama efisiensi perusahaan.

Dalam pandangan para pemimpin bisnis, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi serta kepercayaan diri untuk mengambil keputusan strategis yang tidak bisa dilakukan oleh AI merupakan karakteristik utama yang harus dimiliki pekerja. Chris Kairinos dari A+E Global Media mengibaratkan pengembangan keterampilan di era AI seperti bermain alat musik yang tombolnya terus bertambah secara dinamis.

Sementara itu, David Minahan selaku Director of Digital, Data, and Technology di Young Lives vs. Cancer berpendapat bahwa generalis terlalu luas, namun spesialis ketat sudah tidak lagi relevan bagi sebagian besar perusahaan. Ia memilih strategi menciptakan versatilists, yakni para profesional yang nyaman menerapkan keterampilan lintas fungsi untuk mendukung transformasi digital.

Di sisi lain, Ankur Anand selaku Group CIO di Harvey Nash menilai bahwa profesional terbaik justru menggunakan AI untuk memperluas keahlian spesifik mereka alih-alih sekadar menjadi generalis serba tahu. Keahlian mendalam tetap dibutuhkan agar pekerja memiliki landasan kuat untuk mengarahkan, mengoreksi, dan mengawasi hasil kerja dari AI agent agar tidak keliru.

Topics
ai agent dunia kerja kecerdasan buatan teknologi karir transformasi digital masa depan kerja
Editorial Team - Gaming & Sports

The GamePlay News Editorial Team is a dedicated group of gaming enthusiasts, sports analysts, and content creators passionate about delivering the latest news in gaming and sports. From breaking game releases to live sports coverage, from esports tournaments to athlete profiles, we're here to keep you informed and entertained.