Sebagaimana diwartakan dalam laporan media industri game, obsesi industri terhadap pasar game live service selama dekade terakhir telah meninggalkan jejak kerugian yang masif. Banyak penerbit besar terjebak dalam delusi bahwa setiap waralaba game dapat diubah menjadi mesin uang seperti Fortnite, padahal tingkat keberhasilan genre tersebut sangatlah kecil dan risiko kegagalannya tergolong sangat tinggi.
Berdasarkan laporan, dari sekian banyak perusahaan yang tergiur oleh demam live service, Sony menjadi salah satu contoh paling nyata yang mengalami dampak terburuk. Kebijakan agresif perusahaan untuk meluncurkan belasan judul game live service berujung pada pembatalan proyek massal, pemutusan hubungan kerja, serta peninjauan strategi yang memakan waktu bertahun-tahun.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeMengutip laporan jurnalis industri game terkemuka, salah satu contoh korban dari strategi keliru ini adalah Guerrilla Games yang dikabarkan harus merombak total proyek spin-off multiplayer Horizon menjadi game konvensional. Akibat fokus yang tersita pada proyek tersebut, studio andalan PlayStation ini dipastikan melewatkan satu generasi penuh tanpa merilis sekuel utama baru untuk konsol PS5.
Dampak dari hilangnya fokus ini tidak hanya dialami oleh Guerrilla Games, melainkan turut dirasakan oleh studio besar lainnya seperti Naughty Dog yang juga harus membatalkan proyek game live service The Last of Us. Situasi ini menciptakan kekosongan rilis game eksklusif berkualitas tinggi di saat Sony sebenarnya sangat membutuhkan lini permainan yang kuat untuk mempertahankan dominasi pasar konsol mereka.
Sebagaimana ditegaskan dalam analisis pasar, kerugian terbesar dari kesalahan strategis ini bukanlah sekadar hambatan finansial jangka pendek, melainkan biaya kesempatan atau opportunity cost yang luar biasa besar. Membiarkan studio-studio terbaik menghabiskan waktu bertahun-tahun pada proyek yang salah membuat merek PlayStation kehilangan momentum berharga yang dampaknya masih akan dirasakan hingga masa transisi konsol generasi berikutnya.