Berdasarkan laporan terbaru dari Agentic Enterprise Index yang dirilis oleh Salesforce, adopsi AI agent di berbagai perusahaan global mengalami lonjakan drastis hingga hampir tiga kali lipat sepanjang tahun ini. Peningkatan ini menandai pergeseran besar dari tahap uji coba eksperimental menuju penerapan skala penuh di dunia industri modern.
Dalam laporan tersebut, rata-rata jumlah AI agent yang dioperasikan dalam sistem produksi melonjak dari lima unit pada Februari 2025 menjadi 13 unit pada April 2026. Selain jumlahnya yang bertambah, waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk mengintegrasikan agen baru ke dalam sistem operasional juga terpangkas secara signifikan hingga 53 persen.
Related Stories
Stay Updated on Gaming & Sports News
Get the latest game releases, esports tournaments, and sports updates delivered straight to your inbox. Free and exclusive content for gaming and sports enthusiasts!
SubscribeMenurut temuan riset, kemampuan AI agent saat ini jauh lebih pintar dan kompleks dibandingkan sebelumnya. Jika pada tahun lalu rata-rata agen hanya mampu mengeksekusi dua tindakan unik, kini kapasitasnya meningkat menjadi empat tindakan dalam satu alur kerja untuk menangani tugas lintas fungsi secara mandiri.
Sebagaimana diwartakan dalam data platform Agentforce, peningkatan kemampuan ini juga berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan efisiensi kerja karyawan. Sesi interaksi mingguan antara pegawai dan AI agent dilaporkan telah meningkat hingga tiga kali lipat, dengan catatan rata-rata mencapai delapan sesi per minggu.
Mengutip laporan media teknologi, sektor retail dan pariwisata menjadi salah satu yang paling masif memanfaatkan teknologi ini guna menghadapi lonjakan permintaan konsumen. Kehadiran autonomous AI agent terbukti mampu mendongkrak penjualan hingga empat kali lipat sekaligus memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi bagi para konsumen.